Higiene dan Sanitasi Makanan


Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat dan memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh. Menurut WHO, yang dimaksud makanan adalah : “Food include all substances, whether in a natural state or in a manufactured or preparedform, wich are part of human diet.” Batasan makanan tersebut tidak termasuk air, obat-obatan dan substansi-substansi yang diperlukan untuk tujuan pengobatan.

Makanan yang dikonsumsi hendaknya memenuhi kriteria bahwa makanan tersebut layak untuk dimakan dan tidak menimbulkan penyakit, diantaranya :

1. Berada dalam derajat kematangan yang dikehendaki

2. Bebas dari pencemaran di setiap tahap produksi dan penanganan selanjutnya.

3. Bebas dari perubahan fisik, kimia yang tidak dikehendaki, sebagai akibat dari pengaruh enzym, aktifitas mikroba, hewan pengerat, serangga, parasit dan kerusakan-kerusakan karena tekanan, pemasakan dan pengeringan.

4. Bebas dari mikroorganisme dan parasit yang menimbulkan penyakit yang dihantarkan oleh makanan (food borne illness).

Higiene dan Sanitasi

Pengertian higiene menurut Depkes adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu subyeknya. Misalnya mencuci tangan untuk melindungi kebersihan tangan, cuci piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan.

Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu atau memasak kesehatan, mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, sampai pada saat dimana makanan dan minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau konsumen. Sanitasi makanan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen dari penyakit, mencegah penjualan makanan yang akan merugikan pembeli. mengurangi kerusakan / pemborosan makanan. Dalam pengelolaan makanan ada 6 prinsip yang harus di perhatikan yaitu:

food_in_ring

Keadaan bahan makanan

Semua jeis bahan makanan perlu mendapat perhatian secara fisik serta kesegarannya terjamin, terutama bahan-bahan makanan yang mudah membusuk atau rusak seperti daging, ikan, susu, telor, makanan dalam kaleng, buah, dsb. Baham makanan yang baik kadang kala tidak mudah kita temui, karena jaringan perjalanan makanan yang begirtu panjangdan melalui jarngan perdagangan yang begitu luas. Salah satu upaya mendapatkan bahan makanan yang baika dalah menghindari penggunaan bahan makanan yang berasal dari sumber tidak jelas (liar) karena kurang dapat dipertanggung jawabkan secara kualitasnya.

Cara penyimpanan bahan makanan

Tidak semua bahan makanan yang tersedia langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Bahan makanan yang tidak segera diolah terutama untuk katering dan penyelenggaraan makanan RS perlu penyimpanan yang baik, mengingat sifat bahan makanan yang berbeda-beda dan dapat membusuk, sehingga kualitasnya dapat terjaga. Cara penyimpanan yang memenuhi syarat hgiene sanitasi makanan adalah sebagai berikut:

- Penyimpanan harus dilakukan ditempat khusus (gudang) yang bersih dan memenuhi syarat

- Barang-barang agar disusun dengan baik sehingga mudah diambil, tidak memberi kesempatan serangga atau tikus untuk bersarang, terhindar dari lalat/tikus dan untuk produk yang mudah busuk atau rusak agar disimpan pada suhu yang dingin. (lebih lengkap, klik disini)

Proses pengolahan

Pada proses / cara pengolahan makanan ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian Yaitu:

1. Tempat pengolahan makanan

Tempat pengolahan makanan adalah suatu tempat dimana makanan diolah, tempat pengolahan ini sering disebut dapur. Dapur mempunyai peranan yang penting dalam proses pengolahan makanan, karena itu kebersihan dapur dan lingkungan sekitarnya harus selalu terjaga dan diperhatikan. Dapur yang baik harus memenuhi persyaratan sanitasi.

2. Tenaga pengolah makanan / Penjamah Makanan

Penjamah makanan menurut Depkes RI (2006) adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan pengangkutan sampai penyajian. Dalam proses pengolahan makanan, peran dari penjamah makanan sangatlah besar peranannya. Penjamah makanan ini mempunyai peluang untuk menularkan penyakit. Banyak infeksi yang ditularkan melalui penjamah makanan, antara lain Staphylococcus aureus ditularkan melalui hidung dan tenggorokan, kuman Clostridium perfringens, Streptococcus, Salmonella dapat ditularkan melalui kulit. Oleh sebab itu penjamah makanan harus selalu dalam keadan sehat dan terampil.

3. Cara pengolahan makanan

Cara pengolahan yang baik adalah tidak terjadinya kerusakan-kerusakan makanan sebagai akibat cara pengolahan yang salah dan mengikui kaidah atau prinsip-prinsip higiene dan sanitasi yang baik atau disebut GMP (good manufacturing practice).

Cara pengangkutan makanan yang telah masak

Pengangkutan makan dari tempat pengolahan ke tempat penyajian atau penyimpanan perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi kontaminasi baik dari serangga, debu maupun bakteri. Wadah yang dipergunakan harus utuh, kuat dan tidak berkarat atau bocor. Pengangkutan untuk waktu yang lama harus diatur shunya dalam keadaan panas 60 C atau tetap dingi 4 C. (lebih lengkap, klik disini)

Cara penyimpanan makanan masak

Penyimpanan makanan masak dapat digolongkan menjadi dua, yaitu tempat penyimpanan makanan pada suhu biasa dan tempat penyimpanan pada suhu dingin. Makanan yang mudah membusuk sebaiknya disimpan pada suhu dingin yaitu < 40C. Untuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam, disimpan dalam suhu -5 s/d -10C. (lebih lengkap, klik disini)

Cara penyajian makanan masak

Saat penyajian makanan yang perlu diperhatikan adalah agar makanan tersebut terhindar dari pencemaran, peralatan yang digunakan dalam kondisi baik dan bersih, petugas yang menyajikan harus sopan serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan pakaiannya. (lebih lengkap, klik disini)

Tulisan Terkait:

Penyakit Bawaan Makanan (foodborne diseases) (next update)

Mikroorganisme Penyebab Foodborne disease (next update)

About these ads

37 Tanggapan

  1. mau minta materi blognya ya???buat referensi.thamks before

  2. Boleh materi yang lbh lengkap??? buat referensi

  3. salam kenal…..
    Btw…aq lagi butuh materi training sanitasi nich…bisa bantu ga,,,,,
    Makasih yah…:)

  4. materi cukup lumayan lebih baik kalau lebih lengkap, materi inimemberi tambahan wawasan bagi masyarakat paa umumnya sukses selalu

  5. mau materinya ya tuk,referensi thanks

  6. Pa sich usaha PREVENTIF & KURATIF yg da hub nya dgn usaha” utk mencapai kesehatan masyarakat????

  7. bisa tolong jabarkan fungsi dari penyimpanan makanan ga? aku butuh materi untuk ngjar sanitasi d smk. tq b4

  8. mau tnya yaa
    brp sih standar angka kuman yang diperbolehkan untuk makanan jadi??
    selama ini kan kita0kita masih bingung.

    • yang terpenting adalah tidak ada bakteri patogen dalam makanan. jd pemeriksaan makanan tidak hanya menghitung jumlah kuman, tapi menidentifikasi kuman patogen yang ada.

  9. trimakasih materinya….insya allah bermanfaat
    kalo bisa lengkapi lagi dan update terus

  10. salm kenal, bisa ditampilkan tentang cara penerimaan bahan makanan gx…! thaks from me

  11. mohon maaf saya mengambil tulidan anda sebagai bahan saya dalam mengerjakan tugas sanitasi makanan dan minuman….saya juga menulis kembali tulisan anda pada pblog saya (lup@poesphiethagie)….terimakasih atas kesediaannya.

  12. Thankz buat materinya……..

  13. artikel nya..
    sangat membantu saya..
    makasih

  14. mau materinya iiiaaa to refrensi…
    ^_*

  15. Mas prabu, bisa minta tlg kirim materi+ uraian tujuan dan ruang lingkup penyehatan makanan, peranan makanan sebagai agent, vehicle dan media penularan penyakit ya… buat bikin SAP … Thanx bgt… ditunggu lho…

  16. […] Uncategorized — medyana @ 7:48 am Penyajian makanan merupakan salah satu prinsip dari hygiene dan sanitasi makanan. Penyajian makanan yang tidak baik dan etis, bukan saja dapat mengurangi selera makan seseorang […]

  17. izin copas untuk tugas..
    terima kasih ^ – ^

  18. mas, bisa minta sumber definisi makanan dari WHO itu di buku mana dan tahun berapa? mohon bantuannya ya

  19. artikel sanitasi nya berguna sekali mas… terutama yang keracunan dan kerusakan makanan .terima kasih

  20. thx infonya..

    ijin copy dunk..

  21. tanks prabu…
    moga mankin sakses slalu buat kmu….

  22. Pas banget ni pak,soalx lg cr bahan u skripsi ttg GMP/GHP………

  23. mas Prabu nmpang copas y bwt tgas. . .
    ^_*

  24. kurang teknis

  25. ciank……!!!! q btuh pengetahuan tentang food hygiene yg lngkap,, skrg, ada nggak…???? thanks low ada,,,

  26. boleh saya minta referensi buku nya…
    terimakasih..
    saya sangat mebutuhkan untuk referensi kegiatan magang saya tentang personal hygiene..

  27. mksi mas,tulisannya sangat membantu sy dalam mengerjakan laporan. tp boleh sy ksi saran g,klw bs daftar pustakanya jg dicantumkan biar lbh jls.

  28. Terimakasih krn sudah berbagi :) Sangat bermanfaat..

  29. mohon materi sanitasi tempat pengolahan makanan .(syarat TPM yang sehat) sbg bahan refrensi..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: